Mbak Rachma: Indonesia Kehilangan Martabat Karena Krisis Kepemimpinan Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 10 Desember 2015, 01:31 WIB
Mbak Rachma: Indonesia Kehilangan Martabat Karena Krisis Kepemimpinan Nasional
Rachmawati Soekarnoputri/net
rmol news logo . Tokoh politik nasional Rachmawati Soekarnoputri setuju dengan hadirnya pemimpin baru nasional yang memiliki ideologi ala UUD 1945 asli.

Mbak Rachma sapaan akrab pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno ini mengatakan, menyimak pemberitaan Harian Kompas 9 Desember, dengan judul "Pemimpin Baru Ditunggu", sangat relevan dengan kondisi negara sekarang, tepatnya pasca reformasi.

Ia menjelaskan, setelah perobahan UUD 1945 pasca amandemen, UUD 1945 menjadi konstitusi yang liberal kapitalistik, Indonesia pun kehilangan visi misi ideologi negara. Tidak tentu ke arah mana tujuannya, kecuali menjadi subordinat (baca membebek) kepada negara adidaya, dan kehilangan martabat bangsa karena krisis kepemimpinan nasional.

"Jadi solusinya diperlukan pemimpin yang tahu betul arah tujuan "di seberang jembatan emas proklamasi Indonesia merdeka"," sebut Mbak Rachma kepada redaksi, Rabu (9/12).

Menurutnya, ada dua jalan, pertama, jalan sama rata dan sama rasa, kedua, jalan sama ratap dan sama tangis, seperti pemikiran Bung Karno dalam buku Indonesia Merdeka.

"Data Kompas menunjukan bahwa 50.3 persen kekayaan Indonesia hanya dikuasai 1 persen penduduk Indonesia ,selebihnya dikuasai oleh asing. Artinya, kesenjangan makin lebar antara yang kaya dan miskin. Dan berarti rezim penguasa sekarang telah gagal membwa Indonesia adil, makmur dan sejahtera. Kata Bung Karno lagi hanya jadi kulinya bangsa asing! Apa mau diteruskan?" demikian Mbak Rachma, yang juga putri Presiden Soekarno ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA