Disebut 13 Kali Di Rekaman, Duta Joko Widodo Minta "Darmo" Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 04 Desember 2015, 10:50 WIB
Disebut 13 Kali Di Rekaman, Duta Joko Widodo Minta "Darmo" Mundur
Darmawan Prasodjo/net
rmol news logo . Duta Joko Widodo terus mengikuti perkembangan sidang kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Koordinator Nasional Duta Joko Widodo, Joanes Joko mengatakan pihaknya bergerak untuk mengawal sidang tersebut dan sekaligus mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang. Mereka juga meminta para pihak yang terlibat khususnya yang berada dalam lingkaran sukarelawan Joko Widodo untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
 
Penegasan Joanes Joko ini terkait dengan sejumlah nama-nama yang selama ini dipercaya Joko Widodo untuk membantu tugas-tugasnya justru disebut berulangkali dalam rekaman "papa minta saham" yang diputar dalam sidang MKD. Diantaranya, "Darmo" yang diduga adalah Darmawan Prasodjo - Deputi I Kantor Staf Presiden disebut 13 kali dan sejumlah nama lainnya.

Menurut Joanes Joko, dalam rekaman tersebut secara jelas diungkapkan bahwa orang yang disebut sebagai "Darmo" telah memanfaatkan posisinya untuk digunakan menjadi "kaki tangan" para pihak yang terlibat dalam persekongkolan tersebut dengan memanfaatkan kepercayaan Presiden kepadanya.
 
"Bagi kami para pendukung cita-cita Nawacita Presiden Joko Widodo, pilihannya hanya ada dua bagi nama-nama yang disebut dalam transkrip tersebut, yakni menyangkal atau membenarkan. Jika nama yang disebut merasa dicatut, ia harus menyangkal dan sebagai tindak lanjutnya adalah melaporkan dan menuntut orang-orang yang menyebut namanya,"  paparnya.
 
Namun, lanjut Joanes Joko, jika isi rekaman tersebut memang benar,, maka tokoh yang namanya disebut harus menyingkir dari Istana dan menjauh dari Presiden. Menurutnya, melalui Nawacitanya, Joko Widodo membutuhkan tidak hanya orang pandai tetapi terutama orang yang memiliki integritas serta berhati rakyat.
 
"Secara tegas saya katakana, Presiden Joko Widodo sudah dikhianati orang-orang terdekatnya yang menjual intelektualitasnya demi kepentingan pribadi. Sehingga kalau merasa dicemarkan tetapi tidak melakukan tuntutan, sangat bisa diduga bahwa persekongkolan para mafia dan para pembantu Joko Widodo memang terjadi. Kami akan mengawal dan bergerak," ujarnya.
 
Joanes Joko menambahkan, sebagai tindak lanjutnya, Duta Joko Widodo akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi berinisiatif untuk memeriksa orang yang disebut sebagai "Darmo" dengan dugaan menerima gratifikasi berdasarkan pengakuan salah satu tokoh dalam rekaman tersebut. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA