MTI: Kereta Api Cepat Tidak Masuk Dalam Visi Poros Maritim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 05 November 2015, 05:36 WIB
MTI: Kereta Api Cepat Tidak Masuk Dalam Visi Poros Maritim
Milatia Kusuma/net
rmol news logo . Sarana transportasi publik yang paling ideal untuk menghubungkan koridor barat dan timur wilayah Indonesia adalah jalur laut. Masalahnya, laut sebagai anugerah Tuhan untuk Indonesia tidak pernah dimanfaatkan.

"Ini yang dikerjakan pemerintah jalan darat terus. Padahal alur laut yang diperkaya dengan rempah-rempah itu adalah satu anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan ini yang tidak pernah dimaknai oleh pemimpin negeri ini," kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Milatia Kusuma dalam diskusi DPD di Jakarta, Rabu (4/11).

Menurutnya, kalau pemerintah terus-menerus membangun transportasi publik lewat jalur darat seperti membangun kereta api cepat Jakarta-Bandung, berarti pembangunan tersebut tidak berbasis anugerah Tuhan.

"Di samping kereta api cepat itu sama sekali tidak masuk dalam visi dan misi poros maritim," tambah Milatia Kusuma seperti dilaporkan JPNN.

Tiap tahun, lanjutnya, jalur darat pantai utara Pulau Jawa (Pantura) terus yang diperbaiki tanpa pernah selesai. "Kalau begini terus polanya pemerintah mengatasi masalah transportasi publik, akan habis semua desa yang ada di Pantura," tegasnya.

Karena itu, tambah Milatia Kusuma, kalau ingin membenahi angkutan massal, kembalilah kepada anugerah Tuhan.

"Kembalilah ke poros maritim ikut alur alam tanpa merugikan masyarakat. Kalau mau poros maritim, pelabuhan yang harus dibenahi dan kapal laut yang diperbanyak, jangan kereta api cepat Jakarta-Bandung," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA