Sejauh Mana Kesiapan Indonesia Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 04 November 2015, 08:58 WIB
rmol news logo . Sidang Dewan Pleno dan Musyawarah Nasional Khusus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (SDP/Munassus BPP Hipmi) pada akhir pekan ini akan menyoroti kesiapan Indonesia menghadapi perdagangan bebas ASEAN atau Asean Economic Community (AEC) yang akan berlaku 2016 nanti.

"Asean Economic Community (AEC) merupakan konsensus diantara negara-negara  ASEAN untuk membuka diri bagi perdagangan tanpa hambatan antar negara," kata  Ketua Umum BPP Hipmi, Bahlil Lahadalia, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 4/11).
 
Bahlil mengatakan, perdagangan bebas ASEAN termasuk paling lama masa persiapannya. Herannya, semua anggota ASEAN mengakunya belum cukup siap menghadapi perdagangan bebas ini.

"Sudah 17 tahun diteken, namun baru awal tahun depan AFTA dapat diimplementasikan," ungkap Bahlil

Pertanyaannya, lanjut Bahlil, setelah 17 tahun berjalan, negara mana paling siap? Negara mana yang akan dapat meraih manfaat dengan perdagangan bebas itu? Apakah Indonesia benar-benar siap?

"Jawabannya akan tersedia dalam panel Sidang Dewan Pleno 1 dan Munas Khusus BPP HIPMI kali ini yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, 6-8 November 2015," demikian Bahlil. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA