Polisi Beberkan Alasan Gagal Identifikasi 7 Korban Hercules

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 29 Oktober 2015, 14:28 WIB
Polisi Beberkan Alasan Gagal Identifikasi 7 Korban Hercules
foto:net
rmol news logo . Polda Sumatera Utara menjelaskan perihal gagalnya identifikasi terhadap tujuh nama korban yang ikut dalam insiden jatuhnya pesawat Hercules C-130.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sumut yang juga Ketua Tim DVI dalam proses identifikasi, Kombes Pol dr Setyo Purwanto menjelaskan kegagalan identifikasi disebabkan tidak adanya kesesuaian alias matching antara data ante mortem dan post mortem antara jenazah dengan anggota keluarga mereka yang sudah diuji lewat pemeriksaan DNA.

Padahal menurutnya, data ante mortem dan post mortem antara jenazah dan anggota keluarga yang mengaku kehilangan sanak saudara mereka tersebut sudah mereka peroleh.

"Jadi data dari tubuh jenazah sudah kita ambil begitu juga data dari anggota keluarga mereka. Namun dalam uji laboratorium data tersebut tidak ada yang matching sehingga kita nyatakan mereka masih berstatus tanpa identitas. Ini yang disimpulkan tidak teridentifikasi," kata dia di Medan, Kamis (29/10) seperti dilansir dari MedanBagus.com.

Setyo menambahkan setelah proses pengujian data tersebut, mereka kembali membuka posko pengaduan bagi keluarga lain yang merasa kehilangan anggota keluarga mereka dan diduga ikut dalam insiden Hercules tersebut. Namun tidak kunjung ada yang melapor sehingga mereka tidak memiliki data pembanding lain untuk diuji dengan data para jenazah.

"Sudah empat bulan berjalan, dan hari ini kita akhirnya meminta persetujuan dari keluarga yang kehilangan ini untuk memakamkan jenazah yang belum teridentifikasi tersebut. Hal ini perlu agar kita memiliki batas waktu yang jelas mengenai operasi kemanusiaan ini," sebutnya.

Data yang diperoleh tujuh nama korban hilang dan belum teridentifikasi dalam insiden tersebut yakni penumpang; Defri, Rasiah Purba, Urai Sri Ramdan, Wan Deswita, dan Sofia Verawaty. Sedangkan dua jenazah lainnya yakni karwayan BS Oukup (tempat pijat tradisional) yakni Siti Sarah Saragih dan Diah Catur Khairani.

"Lima Jenazah relatif utuh dan sementara pada dua peti lainnya berisi 22 potongan tubuh alias body part korban," demikian Setyo.

Diketahui, pesawat Hercules milik TNI AU tipe C-130 dengan nomor A-1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa 30 Juni 2015. Insiden itu mengakibatkan penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 122 orang meninggal. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA