
‎ Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GMKI) menyayangkan terjadinya praktik kekerasan dan politisasi atas nama agama di Aceh Singkil baru-baru ini.‎ Ketua Umum GAMKI Michael Wattimena berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang.
"Kami menyampaikan duka cita atas tragedi yang mengakibatkan jatuhnya korban. Kami juga mengajak masyarakat agar tidak melakukan ataupun terpengaruh oleh segala bentuk provokasi yang berpotensi memperkeruh suasana," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (17/10).
‎Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini menyerukan aksi kekerasan dan politisasi atas nama agama untuk segera dihentikan.
‎"Bentuk kekerasan apapun tidak harus terjadi, karena akan merugikan kita semua, apalagi konflik horizontal," jelas politisi asal dapil Papua Barat ini.
‎Michael berharap kepada pemerintah pusat, Aceh, TNI dan Polri untuk memberikan perhatian serius terutama memastikan kepulangan pengungsi secara baik. Di sisi, lain menjamin keamanan dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah dan Aceh Singkil seperti sedia kala.
‎"Kita mendorong dan mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk bekerja maksimal dalam menangani korban serta melakukan proses hukum yang adil dan tegas terhadap seluruh pihak yang bersalah yang berakibat pada terjadinya tragedi tersebut," kata Michael Wattimena.
‎Mengenai bentuk kepeduliannya berbagai kegiatan telah dilakukan DPP GAMKI, seperti yang dilaksanakan aksi tanda tangan dan bagi-bagi bunga. Tak lupa GMKI juga memberikan sumbangan bagi masyarakat di Aceh Singkil sebesar Rp10 juta.
‎"Aksi ini adalah dalam rangka untuk membangun keharmonisan diantara sesama," jelasnya.
[dem]‎
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: