"Sebaiknya Ahok tidak perlu mengancam akan mengganti direksi Transjakarta, karena itu juga menjadi tanggungjawab gubernur," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 13/10).
Menurut Edison, sikap Ahok itu menunjukan arogansi dan tidak mau disalahkan serta menghindar dari tanggungjawab. Sebab pengadaan transportasi umum yang bisa mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas, di Jakarta merupakan tanggungjawab dan kewajiban Pemprov DKI. Artinya, jika kondisi Transjakarta masih buruk seperti yang dilaporkan masyarakat, adalah tanggungjawab Gubernur.
"Jangan menghindar dari kesalahan lalu dijadikan alasan untuk mengorbankan anak buah dengan cara-cara arogan, seakan-akan Ahok tidak ikut bertanggungjawab," tegas Edison.
Seharusnya, lanjut Edison, Ahok sebagai gubernur harus memberikan pengarahan kepada jajarannya agar memahami bagaimana cara mengatasi kendala dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak dengan cara-cara seperti bos atau majikan dalam sebuah perusahaan keluarga.
[ysa]
BERITA TERKAIT: