Ini Alasan Mengapa TNI Begitu Dipercaya Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 10 Oktober 2015, 08:38 WIB
Ini Alasan Mengapa TNI Begitu Dipercaya Rakyat
Ilustrasi/net
rmol news logo .  Saat ini, TNI merupakan lembaga yang paling diapresiasi dan dipercaya oleh publik. Tingkat kepercayaan publik kepada TNI melebihi pada lembaga lain, kecuali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎Berdasarkan hasil survei Indo Barometer bulan lalu yang dirilis kemarin, tingkat kepercayaan publik pada TNI mencapai 81 persen. Sementara tingkat kepercayaan publik pada KPK mencapai ‎ 82 persen.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qadari, mengatakan bahwa publik  sudah melupakan isu-isu yang selama ini melekat pada TNI ketika Orde Baru berkuasa. Misalnya saja, soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) atau posisi TNI yang menjadi alat kekuasaan.

"Dwi fungsi ABRI juga sudah selesai. Kini, tak ada lagi tentara yang  mendominasi pimpinan daerah. Kini itu tak ada lagi. Jadi persoalan yang selama ini menjadi kesan negatif sudah tidak ada lagi. Isu-isu besar TNI terkait dengan kesan di masyarakat sudah selesai," kata Qodari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (9/10).‎

‎Selain itu, lanjut Qodari, TNI mendapat apresiasi tinggi dari publik karena secara internal, rerformasi dari dalam sukses dilakukan. Hal ini terkonfirmasi dari pertanyaan survei, lembaga mana yang dianggap bersih, transparan, bebas dari KKN serta berkinerja baik.  Dan hasil survei menunjukkan TNI mendapat pujian tinggi.

"Ini pandangan publik. Tentu bisa dikonfirmasi juga ke pengamat militer, terkait dengan dinamika TNI hingga bisa dipercaya publik," ungkap Qodari.

Meski demikian tinggi apresiasi publik, Qadari tak percaya publik akan kembali memilih TNI untuk masuk ke gelangang politik. Dan lebih-lebih, pemerintahan sipil juga sudah sangat bagus, tinggal terus diperkuat.

"Jangan sampai militer masuk ke panggung politik. Jangan sampai ya. Pemerintahan sipil harus kuat, dan perlu juga diingat reformasi di internal TNI juga sangat tergantung pada komitmen pemerintahan sipil," ungkap Qadari.

‎Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, mengapresiasi tingkat kepercayaan publik tersebut. Sebab memang kini, TNI juga sering berbaur dengan masyarakat.  Maruarar juga mengapresiasi TNI yang terlibat aktif dalam mewujudkan swasembada pangan, yang dikenal dengan doktrin sistem pertahanan rakyat semesta.  

‎"Di daerah pemilihan saya di daerah Subang, Majalengka dan Sumedang, misalnya, prajurit TNI ikut serta bersama dengan rakyat mewujudkan swasembada pangan dengan mengoptimalkan lahan yang dimiliki TNI, baik di Batalyon-Batalyon maupun satuan lain agar ditanami sayuran atau dibuat kolam ikan," kata Maruarar saat dihubungi, Jumat malam (9/10).‎ 

Selain itu, Maruarar juga mengapresiasi kesiapan TNI dalam menghadapi ancaman cyber war, perang asimetrik dan lain-lain. Sebab saat ini, isu keamanan dan pertahanan bukan lagi terkait dengan perebutan teritorial langsung tapi lebih kepada otoritas penguasaan kedaulatan melalui teknologi dan psywar.

‎"Kita sangat mengapresiasi TNI, yang mendapat kepercayaan tinggi dari rakyat. Kita juga apresiasi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Waktu ulang tahun TNI kemarin, bisa kita lihat kesiapan TNI dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara. TNI kita bahkan masuk dalam 12 besar militer yang hebat di dunia," ungkap Maruarar.‎ [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA