Putri Soeharto: Kenapa Harus Minta Maaf ke Soekarno?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 06 Oktober 2015, 01:02 WIB
Putri Soeharto: Kenapa Harus Minta Maaf ke Soekarno?
soekarno/net
rmol news logo Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto mempertanyakan motif desakan permintaan maaf ke Presiden pertama RI, Soekarno oleh beberapa pihak yang muncul belakangan.

"Kenapa harus minta maaf ke Presiden Soekarno? Kan kita tidak pernah menjelekkan beliau, kan namanya diabadikan bandara kita (Bandara Soekarno-Hatta). Seluruh orang dunia kalau ke Indonesia selalu melewati Bandara Soekarno-Hatta, itu penghargaan," kata Putri Presiden Kedua RI, Soeharto ini di gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Titiek juga menegaskan semua pihak menghargai Soekarno dan Hatta sebagai proklamator.

"Itu pengakuan, (lalu) kenapa minta maaf?" jelasnya.

Menurut Tiiek, setiap pemimpin mempunyai jasa masing-masing untuk bangsa dan ‎negara, jadi jika memang ada sesuatu yang jelek jangan dimunculkan.

"Jangan kalau ikut yang selalu bapak katakan, kalau ada yang jelek dipendem sedalam-dalamnya," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR, Ahmad Basarah mendesak pemerintah meminta maaf kepada Soekarno dan keluarganya karena merupakan korban peristiwa G30S/PKI. Menurutnya, akibat dari peristiwa tersebut kekuasaan Presiden Soekarno dicabut melalui TAP MPRS XXXIII Tahun 1967 tertanggal 12 Maret 1967 dengan tuduhan bahwa Presiden Soekarno telah mendukung G30S/PKI.

Basarah menjelaskan ‎dalam Pasal 6 TAP MPRS tersebut, Pejabat Presiden Jenderal Soeharto diserahkan tanggung jawab melakukan proses hukum secara adil untuk membuktikan kebenaran dugaan pengkhianatan Presiden Soekarno tersebut, namun hal tersebut tidak pernah dilaksanakan sampai Presiden Soekarno wafat tanggal 21 Juni 1970. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA