Bantahan ini disampaikan sebagai respon atas pertanyaan pemerintah Singapura terhadap perusahaan itu. APP dinilai memiliki kaitan dengan salah satu dari lima perusahaan Indonesia yang dituntut pemerintah Singapura akhir pekan lalu.
Singapura yang berada tidak jauh dari Riau dan Kepulauan Riau juga terkena dampak dari kebakran hutan di Sumatera.
Pihak APP Company Limited menegaskan, hubugan mereka dengan APP Group di Indonesia telah berubah, dan dengan demikian tidak memiliki kaitan sama sekali. APP Group adalah salah satu perusahaan berbendera Indonesia yang digugat pemerintah Singapura.
"Ini adalah dua perusahaan yang berbeda. Pernah ada hubungan di masa lalu. Itu sebabnya ketika mereka menerima pemberitahuan dari National Environment Agency (NEA), kami tidak tahu sampai tiga hari kemudian," ujar Direktur Pelaksana APP Company Limited Aida Greenbury kepada
The Straits Times.
Menurut Greenbury, pihaknya akan menjawab pertanyaan NEA secara resmi hari ini (Jumat, 2/10).
Menurut data yang dimiliki Otoritas Akunting dan Korporasi Singapura, APP adalah perusahaan investasi dengan total kekayaan 2,07 miliar dolar AS.
APP melaorkan kerugian sebesar 25,8 juta dolar AS setelah dipotong pajak dari operasional selama 2013.
[dem]
BERITA TERKAIT: