Tak Perlu Kekuatan Militer untuk Meredam Komunisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 01 Oktober 2015, 09:17 WIB
Tak Perlu Kekuatan Militer untuk Meredam Komunisme
bahlil lahadalia/net
rmol news logo . Untuk meredam laju paham komunisme dan sosialisme di Tanah Air, negara harus mendorong semangat entrepreneurship bertumbuh-kembang di kalangan warganya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia, terkait peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 1/10).

"Tidak perlu ada kekuatan militer untuk meredam komunisme dan sosialisme. Cukup galakan saja entrepreneurship atau kewirausahaan. Komunisnya akan mati dengan sendirinya," kata Bahlil.

Bahlil mencontohkan, negara-negara yang kewirausahaannya sangat kuat seperti Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, dan negara barat paham komunisme dan sosialisme ini tidak laku. Sedangkan di Cina, dengan adanya liberalisasi dan kekuatan entrepreneurship, sosialisme tinggal kenangan.

"Sedangkan komunismenya mulai tergeser hanya ke sistem politiknya saja. Lama-lama akan hilang dengan sendirinya," demikian Bahlil. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA