Menurutnya, keputusan maju atau tidak akan ia tentukan setelah rekonsiliasi Golkar terwujud, memiliki elektabilitas tinggi, dan masyarakat menghendakinya maju.
"Kita lihat saja nanti," ujar anggota Komisi I itu diplomatis kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 29/9).
Jelas Tantowi, keputusan maju atau tidak terlalu pagi dibicarakan dan diambil saat ini.
"Saya harus matang, selain internal Golkar, dan dengan putusan MK, PNS dan DPR harus mundur, taruhan saya itu kan besar sekali," ujar ketua DPP Golkar itu.
Seperti diketahui, Pilgub DKI 2012 lalu, Tantowi Yahya memiliki elektabilitas tertinggi di internal Partai Golkar, tapi Golkar mencalonkan Alex Noerdin (Gubernur Sumsel) berpasangan dengan Nono Sampono.
[sam]
BERITA TERKAIT: