Karena kondisi asap yang pekat dan udara tak sehat itu, praktis dalam dua pekan terakhir, hanya sehari siswa bisa masuk, yakni pada Rabu lalu (9/9). Sejak pekan lalu itu, seluruh sekolah di Ibukota Provinsi Riau sudah diliburkan.
"Selebihnya tak bisa masuk. Ini sangat mengkhawatirkan. Pintu Rumah setiap hari harus kami tutup rapat, itupun masih masuk. Harus ada Solusi dari pemerintah," kata Hakim, salah seorang warga Pekanbaru, sebagaimana dilansir
JPNN (Minggu, 13/9).
Sejauh ini, Walikota Pekanbaru dan Plt Gubernur Riau masih saling berselisih terkait perlunya status darurat asap. Walikota yang sduah mengetahui keluhan warganya mengaku perlu ada darurat Asap, tapi Plt Gubernur menolak.
Asap yang ada di Riau khususnya di Pekanbaru, diyakini hanya asap kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan. Musim kemarau dan angin yang tak bersahabat, kini telah membawa asap melintasi negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
[ysa]