
. ‎Kualitas guru merupakan alah satu faktor keberhasilan dalam pembangunan bidang pendidikan. Dan karena itu, sudah seharusnya Indonesia mempunyai lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) yang hebat dan mampu memproduksi guru profesional dengan kualitas terbaik. Maka dengan cara itu, Indonesia mampu melakukan lompatan dalam pembangunan manusia dan budaya.‎
Demikianlah disampailan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Forum Ilmiah dan Seminar Internasional Fakultas Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan yang diselenggarakan di Universitas Negeri Gorontalo (Rabu, 9/9).‎Â
‎Menurut Puan, posisi pendidik menjadi penting dalam konteks pembangunan karakter bangsa. Pendidik berperan mulai dari bagaimana sang anak didik pada saat usia dini sudah bangga dengan Indonesia, agar para mahasiswa memiliki semangat cinta tanah air dan bertekad memajukan bangsanya. ‎Banyak pengalaman di negara lain dengan memajukan pendidikan karakter bangsa, maka bangsa tersebut akan menjadi lebih maju dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.
‎ ‎"Itulah sebabnya kita harus memperkuat pembangunan karakter bangsa. Nawa Cita sebagai sendi kebijakan pemerintahan sekarang sangat menekankan pada perbaikan karakter bangsa, yang lebih dikenal dengan Revolusi Mental. Revolusi Mental merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh bangsa dengan memperkuat peran semua institusi pemerintahan dan pranata sosial-budaya yang ada di masyarakat," papar Puan.
‎Menurut Puan, pendidikan menjadi kunci untuk mengantarkan bangsa Indonesia sukses memasuki dekade strategis. Dalam tempo 30 tahun kedepan Indonesia akan memasuki masa 100 tahun Indonesia merdeka yaitu pada tahun 2045.
‎‎Namun, saat ini ada tantangan berat karena dunia pendidikan Indonesia masih mengalami kekurangan dengan masih tingginya angka anak usia sekolah yang putus sekolah karena alasan ekonomi atau geografis atau budaya. Belum lagi status tingkat pendidikan tenaga kerja. Pada tahun 2013, sebanyak 50 persen tenaga kerja hanya berpendidikan SD kebawah, atau 70 persen tenaga kerja berpendidikan setingkat SMP ke bawah, atau sekitar 90 persen tenaga kerja hanya berpendidikan setingkat SMA ke bawah.‎
‎Puan sangat berharap agar para pendidik menjadi bagian utama untuk mencapai pembangunan manusia seutuhnya. Pendidikan yang berkualitas menyebabkan manusia menjadi mampu berbudaya dan dapat mengembangkan dirinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup yang sejahtera. Bangsa Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Finlandia berhasil bangkit setelah Perang Dunia II karena sejak awal kemerdekaan memperkuat pembangunan pendidikan dan karakter anak bangsanya.Â
‎"‎Saya ingin menegaskan bahwa pendidikan harus dapat dinikmati secara merata bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Marauke, dari Sangir hingga Pulau Rote. Inilah salah satu tekad kita bersama agar tak satu pun anak Indonesia yang tidak masuk sekolah. Pendidikan bukanlah untuk pencitraan, tapi pendidikan adalah upaya untuk membangun kepribadian anak bangsa agar memiliki ketahanan budaya berlandaskan Pancasila," kata Puan.
‎Puan  mengatakan Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan ini mengambil langkah yang tepat untuk terus menyegarkan cara pandang, cara pikir, cara kerja dan cara merespon dinamika budaya yang berkembang saat ini. Kemenko PMK memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui intervensi perguruan tinggi terutama yang ada di lingkungan lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK).
‎"Saya juga berharap Universitas Negeri Gorontalo tampil sebagai yang terdepan dalam pengembangan pendidik dan tenaga pendidikan di kawasan Timur Indonesia," ujar Puan, dalam acara yang dihadiri Rektor Universitas Negeri Gorontalo Syamsu Qamar Badu‎, Sekda Gorontalo Winarni Monoarfa, sejumlah rektor fakultas ilmu pendidikan, Ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Se-Indonesia serta peserta Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan seluruh Indonesia.‎Â
‎Tak lupa dalam kesempatan itu, Puan berpesan kepada para dosen untuk menanamkan tiga nilai Revolusi Mental, yaitu Integritas, Etos Kerja Keras, dan Budaya Gotong Royong. Bila nilai-nilai itu telah melekat pada diri pendidik, lalu ditanamkan pula kepada para calon pendidik, maka diyakini nilai-nilai itu pun akan mengalir sampai ke peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa.
[ysa]
BERITA TERKAIT: