Harus Diuji Dulu, Langkah Setya Novanto Cs itu Menguntungkan Indonesia atau Merugikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 09 September 2015, 10:58 WIB
Harus Diuji Dulu, Langkah Setya Novanto Cs itu Menguntungkan Indonesia atau Merugikan
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo . Alasan atau pertimbangan pimpinan DPR melakukan pertemuan dengan Donald Trump karena menjalankan fungsi diplomasi atau bagian dari kepedulian pimpinan DPR khususnya untuk mempromosikan peluang investasi di Indonesia, semestinya dilihat dari relasinya dengan peraturan dan pemerintah.

Demikian disampaikan Direktur Monitoring, Advokasi dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSKH), Ronald Rofiandri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 9/9).

"Pasal 69 ayat (2) UU MD3 jo Pasal 219 ayat (1) Tata Tertib DPR menyatakan bahwa jika ada keterkaitan tiga fungsi DPR dengan fungsi diplomasi, yang di-endorse oleh UU 17/2014, harus dengan syarat mendukung upaya Pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri," ungkap Ronald.

Pertanyaannya, ungkap Ronald, adalah apakah langkah pimpinan DPR menemui DT mempunyai porsi dan berdampak siginifikan "mendukung upaya Pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri" atau malah sebaliknya, mendatangkan masalah dan lebih banyak mengandung unsur ketidaklayakan. [ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA