Namun bagi yang lain, gebrakan Rizal Ramli, yang tak biasa itu, dianggap untuk meruntuhkan status quo yang sama sekali tak memikirkan nasib rakyat, selain kepentingan bisnis kelompoknya saja. Tak heran, pernyataan Rizal bak halilintar di siang bolong.
Daya kejut jurus Rizal Ramli ini dinilai seperti mencabik-cabik jaringan sistem kekuasaan yang diduga korup. Rizal Ramli juga dianggap menggebrak feodalisme kuasa dan lingkaran yang selama ini merasa nyaman dengan keadaaan yang menguntungkan segelintir orang.
Manuver Rizal Ramli ini sebenarnya mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo. Rizal dipilih menjadi menteri oleh Jokowi langsung untuk memperbaiki keadaan yang hampir 10 bulan pemerintahan berjalan tanpa ada tanda-tanda mendekati janji kampanye. Dan Rizal, sosok yang memahami Trisakti serta Nawacita itu.
Indikasi kepercayaan Jokowi pun terlihat dari tanggung jawab dan wewenang Rizal. Rizal diberi amanah untuk membidangi Sumber Daya, selain Maritim.
Di tengah gebrakan dan kepercayaan ini, tentu saja ada yang terganggu. Sofyan Wanandi diantaranya. Pengusaha yang kini menjabat staf Ahli Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla itu mengggunakan jurus silat lidah untuk menghadapi jurus kepret Rizal Ramli. Sofjan misalnya mengatakan bahwa Rizal, dalam kasus proyek listrik 35.000 Megawatt, sedang melawan kebijakan Jokowi sendiri.
Dalam konteks ini, terlihat Sofjan sedang membenturkan Rizal Ramli dengan Jokowi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: