Kunjungan ke Indonesia itu ditujukan untuk memperkuat hubungan kebudayaan dan perdagangan kedua negara. Sebanyak 50 pengusaha akan mengikuti kunjungan Ratu Margrethe II.
Website
www.danishstatevisit.dk mengatakan pengusaha-pengusaha yang ikut dalam rombongan Ratu Margrethe II secara umum mewakili empat sektor usaha, yakni inovasi maritim. inovasi perkotaan dan solusi kebersihan, inovasi agribisnis, dan inovasi design dan gaya hidup.
Diharapkan kunjungan itu akan membuahkan sejumlah kesepakatan di bidang pelayaran, pelabuhan, pembuatan kapal, teknologi dan pelayanan maritim, dan perikanan. Juga terbuka peluang kerjasama di bidang
clean energy, energi terbarukan, efisiensi energi dan manajemen air bersih.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Denmark dimulai pada tahun 1950, diikuti pembukaan kedutaan besar di Jakarta dan Kopenhagen pada 1974.
Denmark memberikan dukungan penuh terhadap pembicaraan damai antara pemerintah Indonesia dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berbuah perdamaian pada 2005 lalu.
Sempat terjadi ketegangan menyusul pemuatan kartun-kartun yang menyerang umat Muslim oleh harian Denmark,
Jyllands Posten, pada akhir September 2005. Namun situasi ini dapat diperbaiki dalam waktu singkat.
Pada tahun 2006 Menlu RI Hassan Wirajuda berkunjung ke Kopenhagen diikuti kunjungan Menlu Denmark Per Stig Moller. Di tahun yang sama, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono juga bertemu dengan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen di New York.
[dem]
BERITA TERKAIT: