Politikus Golkar: Langkah PAN Harus Diikuti Partai Lain

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 02 September 2015, 23:48 WIB
Politikus Golkar: Langkah PAN Harus Diikuti Partai Lain
agun gunanjar/net
rmol news logo . Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Agun Gunandjar Sudarsa mengapresiasi keputusan PAN untuk bergabung dengan Pemerintahan di dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Menurutnya, keputusan itu menunjukkan kedewasaan PAN berpolitik.

"PAN menunjukkan kematangan dan kedewasaan berpolitik," sebut anggota DPR itu, Rabu (2/9).

Agun menjelaskan, proses politik lima tahunan dalam wujud Pileg dan Pilpres selesai ketika anggota DPR dan presiden-wapres terpilih. Karena selanjutnya, yang membangun pemerintahan adalah Pemerintah, dan anggota legislatif menjadi pengawasnya di Parlemen.

Artinya, parpol yang dewasa adalah parpol yang bisa memahami prinsip, pada akhirnya setelah proses politik selesai, maka semua harus bersatu dan mendukung dalam sistem pemerintahan yang sudah dibentuk.

Yang terjadi selama ini, diakui Agun, adalah adanya usaha untuk 'terlibat menjadi pemegang kekuasaan memerintah' melalui tekanan-tekanan politik.

"Jadi bagi saya, seharusnya langkah PAN harus diikuti parpol lain," tegas dia.

Seperti diketahui, setelah PAN bergabung, maka kekuatan parpol pendukung Pemerintah semakin kuat.  Pemerintah selama ini baru didukung: PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura, Golkar versi Munas Ancol, dan PPP versi Muktamar Surabaya.

Dengan demikian, parpol yang bergabung di luar Pemerintah alias oposisi hanya tinggal Gerindra, PKS, Golkar versi Munas Bali, dan PPP versi Muktamar Jakarta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA