Kehadiran aktifis penggerak budaya melayu ini cukup mengejutkan bagi sebagian demonstran. Selama ini Geisz rajin memberi pendapat hak konstitusional Ahok sebagai Gurbernur yang banyak diprotes oleh berbagai ormas Islam. Geisz tampak tegar dgn pendapatnya dan meyakini naiknya Ahok menjadi Gurbernur tidak menyalahi Undang-Undang dan cenderung memberikan pembelaan secara konstitusi.
Inilah wawancara lengkap dengan Geisz Chalifah, salah satu tokoh gerakan #LawanAhok.
Apa yang melatarbelakangi Anda terlibat dalam gerakan #LawanAhok? Bukankah abang selama ini membela keberadaan Ahok sebagai Gurbernur DKI
Saya membela Ahok sebagai Gurbernur adalah menjaga hak siapapun warga negara Indonesia untuk menduduki jabatan publik, entah itu gurbenur, bupati, walikota ataupun presiden sekalipun, jadi bukan semata-mata membela Ahok. Negara ini didirikan untuk menjamin hak setiap warga negara, bukan berdasarkan mayoritas ataupun minoritas. Dalam kerangka itu saya memberi pembelaan pada Ahok.
Adapun gerakan Lawan Ahok, adalah signal pada Ahok bahwa ada banyak orang yang tidak terpengaruh dan larut oleh idiom-idiom anti korupsi namun memiliki banyak masalah dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin memiliki karakter mengayomi, melindungi, bersikap adil, bukan sekedar tegas apalagi memberi kesan sangar. Ahok seringkali menggunakan kosa kata kasar melanggar kepatutan, minimal Ahok telah memberikan perlawanan pada guru dan orang tua yang menanamkan budi pekeri atau akhlak di rumah maupun di sekolah. Ahok dengan jabatannya mencanangkan boleh mengatakan apapun asal tidak korup. Bukan itu yang karakter yang kita butuhkan di Jakarta ini. Kita bukan saja berharap kota ini menjadi teratur tapi masyarakatnya pun teratur.
Pernyataan-pernyataan Ahok membangkitkan jiwa premanisme. Yang akan cepat menular pada banyak orang terutama anak-anak muda bila tidak disikapi.
Apakah di balik gerakan #LawanAhok ini ada agenda lain berupa menurunkan Ahok dari jabatan Gurbernur atau sebuah langkah pengamanan bagi kandidat lain untuk maju menjadi Gurbernur DKI?
Saya menyukai pertanyaan seperti ini. Silakan diselidiki dalam berbagai pernyataan pendukung #LawanAhok adakah dari mereka yang mau menurunkan Ahok di tengah jalan? kami tidak menginginkan yang semacam itu. Karena akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Gerakan ini adalah sebuah upaya untuk Ahok bekerja lebih baik, memiliki empati pada orang miskin. Tidak kasar dalam berkata-kata juga menjalankan dengan sebaik baiknya berbagai program pemerintah provinsi, yang saat ini resapannya rendah sekali, baru mencapai 18 persen.
Adapun soal politik dan lain-lain, saya pribadi tetap menjaga hak Ahok bila ingin tampil kembali untuk menjadi Gurbernur DKI, kami juga tak punya kepentingan untuk menjagokan siapapun karena kami memang tidak memiliki agenda semacam itu. Silahkan saja bagi yang ingin bertarung memperebutkan kursi DKI 1 selama mengikuti prosedur demokrasi berdasarkan Undang-Undang yang telah disepakai bersama.
Jadi gerakan ini sepenuhnya hanya gerakan moral bukan gerakan politik dengan agenda tertentu?
Silahkan saja ditelusuri, kepada teman-teman lain yang berada di balik gerakan ini. Adakah yang punya agenda tertentu? rapat -rapat kami sangat terbuka, para tokohnyapun mudah ditelusuri rekam jejaknya. Gerakan ini hanya menjaga Ahok agar berada pada jalurnya. Bila dikaitkan dengan banyak hal wajar saja dan silahkan saja, Pengamat itukan kerjanya menganalisa dan seringkali hanya lewat referensi media.
Bagi pendukung Ahok tidak perlu ketakutan dan panik berlebihan, jalankan saja terus agenda kampanyenya. Tak perlu membully orang lain, karena semakin kasarnya dukungan akan semakin menurunkan simpati publik. Kekasaran teman-teman itu menyikapi gerakan ini di sosial media seperti twitter dan FB dan lain-lain hanya menjadi bahan lelucon bagi kami. [***]
BERITA TERKAIT: