Alasannya, komitmen tiga bank pelaksana KUR dengan target tersebut akan berupaya untuk dipenuhi, mengingat antrian nasabah dibank pelaksana KUR cukup banyak yaitu sebesar kurang lebih 2700 nasabah calon debitur yang saat ini lagi proses pengajuan.
"Bank Pelaksana KUR Tahun 2015 adalah BRI, Mandiri dan BNI, optimis target penyaluran KUR akan tercapai. Hal ini sesuai kesiapan Cabang Bank Pelaksana di seluruh Indoneisa untuk membantu pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil," kata Puspayoga dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 21/8).
KUR yang kembali diluncurkan mulai 25 Mei 2015 lalu, dengan suku bunga KUR tahun ini sebesar 12 persen per tahun, dari sebelumnya 22 persen dengan plafon kredit maksimal Rp25 juta tanpa agunan yang dikonsentrasikan pada usaha mikro di sektor pertanian, kelautan perikanan, industri kecil dan sektor lainnya. Bank penyalur KUR adalah BRI, BNI dan Bank Mandiri serta BPD (dengan kriteria NPL saat penyaluran KUR sebelum evaluasi di bawah 5 persen dan mempunyai sistem IT atau online dengan perusahaan penjamin).
"KUR adalah kredit untuk pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur. Sektornya untuk pertanian, perikanan, industri pengolahan dan perdagangan terkait," kata Puspayoga.
Menkop menjelaskan, KUR dengan subsidi bunga termasuk imbal jasa penjaminan dalam penyaluran tahun 2015 diantaranya subsidi bunga KUR Mikro 7 persen, subsidi bunga KUR Ritel 3 persen, dan subsidi bunga KUR TKI 12 persen .
"Secara periodik tiga mingguan, kami akan memonitor perkembangan penyaluran KUR sampai dengan Desember 2015," demikian Puspayoga.
[ysa]
BERITA TERKAIT: