"Sri Mulyani mengatakan sudah melaporkan ke Presiden SBY. Ini bukti otentik harus didalami KPK. Tanggal 4 Maret SBY pidato di Istana 'saya tidak diberitahu karena sedang bertugas ke luar negeri'. Kalau ditarik mundur konstruksinya ketemu. Dalangnya bukan dalang wayang, Pak SBY dalangnya Century," tegas Misbakhun dalam peluncuran bukunya "Sejumlah Tanya Melawan Lupa, Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY" karya M. Misbakhun, di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).
Tidak sampai disitu, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Galkar ini pun menceritakan kronologis hubungan antara SBY dengan Sri Mulyani dalam kasus itu.
"30 April dan 21 Mei Sri Mulyani diperiksa KPK di Amerika Serikat. Sri mengatakan sudah melaporkan ke Presiden SBY. Ini bukti otentik harus didalami KPK," sebutnya memperjelas.
Sementara itu, di dalam bukunya, Misbakhun memaparkan isi surat Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan kepada Presiden SBY ketika itu.
"Artinya, SBY mengetahui persoalan bailout Century dengan bukti ketiga surat Sri Mulyani itu. Terlebih ketika, teleconfrence antara Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tengah berada di Amerika Serikat dan para pejabat Departemen Keuaangan keyika itu, LPS, BI, serta UKP3R," paparnya.
"Dengan pernyataan Sri Mulyani yang mengatakan telah menginformasikan permasalahan kepada presiden, dan menyatakan presiden belum bisa mengambil keputusan sampai besok hari (14 November 2008) menunjukan bahwa presiden tahu persoalan ini," tandas Misbakhun menambahkan.
[sam]
BERITA TERKAIT: