Rektor STIEAD: Merdeka Itu Kurangi Belanja di Retail Asing!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 17 Agustus 2015, 14:02 WIB
Rektor STIEAD: Merdeka Itu Kurangi Belanja di Retail Asing<i>!</i>
mukhaer pakkanna/net
rmol news logo . Kemerdekaan merupakan energi untuk berproses dan berbuat optimal agar bisa berdaulat secara batin, pikiran, dan tindakan.

Demikian disampaikan ekonom Mukhaer Pakkanna. Dalam bidang ekonomi, lanjut Mukhaer, kemerdekaan adalah bila sudah mampu mengurangi konsumsi barang-barang impor, seperti mengurangi belanja di Lottermart, Carrefour, Sevel, McD, Pizza Hut, dan retail-retail asing.

"Kemerdekaaan adalah tatkala kita lebih banyak berbelanja di pasar-pasar rakyat dan warung-warung kelontong. Tatkala kita mulai mengembangkan produksi sekecil apapun di rumah tangga kita, mengurangi berbelanja barang-barang instant, dan mengembangkan produksi rumah tangga sendiri," kata Mukhaer, yang juga Rektor STIE Ahmad Dahlan Jakarta, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 17/8).

Nasionalisme dan kemerdekaan ekonomi, sambung Mukhaer, harus dimulai dari perilaku kita dalam keluarga. Di saat yang sama, kemerdekaan harus ditunjang oleh keadaban di ruang publik, bermoral dalam berlalu-lintas, bermoral di pasar, bermoral dalam perilaku, dan lainnya.

"Kemerdekaan itu tidak sekadar selebrisasi peringatan. Tidak sekadar ritual tahunan tanpa elan dan roh.  Miris rasanya mengikuti selebrisasi ritual tahunan peringatan kemerdekan, yag sudah bias," demikian Mukhaerm yang juga Sekretaris Dewan Pakar Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA