SKANDAL AIRBUS A350

Jangan Sampai Presiden Dianggap Tak Cakap Pimpin Anak Buahnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 16 Agustus 2015, 15:40 WIB
rmol news logo Koordinasi yang buruk antar kementerian adalah satu dari banyak kelemahan Kabinet Kerja sebelum direshuffle. Namun kini, setelah dilakukan reshuffle, lemahnya koordinasi diharapkan tidak lagi muncul di dalam kabinet.

"Harus ada koordinasi yang baik antar kementerian," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin kepada Kantor Berita Politik RMOL‎.

Pandangan Didi ini disampaikan untuk menanggapi ‎gagasan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli yang membuat geram Menteri BUMN Rini Soemarno terkait pembelian pesawat oleh PT Garuda Indonesia.

Sebelumnya Rizal mengusulkan supaya rencana pembelian 30 unit Airbus A350 oleh Garuda dibatalkan karena beberapa pertimbangan.

Rizal berpandangan pembelian pesawat jenis ini tidak cocok untuk penerbangan dalam negeri. Pesawat Airbus A350 digunakan untuk penerbangan internasional yang menurutnya justru bisa membuat Garuda menanggung rugi.

Terlebih, dana pembelian pesawat menggunakan utang 44,5 miliar dolar AS dari China Aviation Bank.

‎Tetapi kemudian, masukan Rizal yang sudah disampaikan ke Presiden Jokowi ini ditanggapi berbeda 180 derajat oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Selaku Menko Maritim dan Sumber Daya yang salah satunya membawahi Kementerian Perhubungan, Rizal malah "diserang" Rini untuk tidak mengurusi Garuda. Rini geram dan menganggap Rizal telah melakukan intervensi karena menurutnya urusan Garuda dibawah koordinasi Menko Perekonomian.

Banyak pihak yang menduga pemicu kesewotan Rini karena adanya kongkalikong dalam pengadaan pesawat ini.

Jika setelah reshuffle tetap saja tidak ada koordinasi yang baik, sebut Didi, maka Jokowi bisa dinilai oleh publik tak mampu menjadi panglima kabinet.

"Jangan sampai ada anggapan presiden kurang cakap dalam memimpin para pembantunya," imbuh Didi.‎[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA