BINTANG MAHAPUTERA UTAMA

Laksamana Marsetio Aktif Bikin TNI AL Berkelas Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 13 Agustus 2015, 13:56 WIB
Laksamana Marsetio Aktif Bikin TNI AL Berkelas Dunia
MARSETIO/NET
rmol news logo . Ada beberapa tokoh yang dianugerahi Tanda Kehormatan Republik Indonesia. Tanda kehormatan ini langsung diberikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, sebagai bagian dari rangkaian kenegaraan dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan RI (Kamis, 13/8).

Di antara tokoh yang mendapat tanda kehormatan itu mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI (purn) Marsetio. Selain Marsetio, yang mendapat Bintang Mahaputera Utama ada 17 orang. Diantaranya politisi senior Sabam Sirait, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, filusuf dan budayawan Franz Magnis Suseno, serta pengembang budaya moderat yang juga mantan Rektor IAIN Jakarta Harun Nasution.

Terkait dengan anugerah ini, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 13/8), mengatakan bahwa Marsetio dikenal sebagai KSAL yang selama karinya memang banyak memberikan pengambangan dalam pembangunan TNI AL.

"Pak Marsetio sangat aktif membagi ilmnya untuk mensukseskan cita-citanya menjadikan TNI AL berkelas dunia," ungkap Susaningtyas.

Berdasarkan UU 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, disebutkan bahwa tujuan pemberian tanda kehormatan ini adalah untuk memberi  kehormatan tinggi kepada mereka yang berjasa luar biasa guna keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Bangsa dan Negara. Di antara syarat penerima tanda kehormatan adalah seseorang yang  berjuang  di wilayah NKRI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara.

Selain itu, juga berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi  kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara; pengabdian dan   pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa  bidang lain yang besar manfaatnya bagi  bangsa dan negara; dan atau darma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA