"Enggaklah, komunikasi itu memang terjadi. Ini kan ingin agar semuanya pilkada lancar," ujar politikus PDIP Arief Wibowo saat dikontak, Senin (10/8).
Komunikasi politik, lanjutnya, harus terus digalakkan ke semua partai politik. Tujuannya, supaya tidak ada calon tunggal yang mengakibatkan Pilkada ditunda. Terlebih, di Kabupaten Pacitan, PDIP tidak memiliki mitra koalisi untuk dapat mengusung calon.
"Masing-masing daerah juga berkomunikasi. Tapi yang di Pacitan, PDIP ingin mencalonkan tetapi nggak ada parpol lain yang mau berkoalisi, tidak memungkinkan PDIP maju," kata Arief.
Digadang-gadang sejumlah khalayak, kedua partai ini telah sepakat untuk saling membantu di dua daerah itu. Kesepakatan tersebut yaitu calon tunggal yang maju dalam Pilkada Surabaya berasal dari PDIP, sedangkan calon tunggal di Pacitan berasal dari Demokrat. Disepakati bahwa Partai Demokrat akan memunculkan pasangan calon di Surabaya. Sedangkan PDIP akan memajukan calon di Pacitan. Sehingga tidak terjadi calon tunggal di daerah basis kedua partai tersebut.
[sam]
BERITA TERKAIT: