Anggota Fraksi Gerindra Ini Sedih Indonesia Masih Impor Garam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 07 Agustus 2015, 01:57 WIB
Anggota Fraksi Gerindra Ini Sedih Indonesia Masih Impor Garam
Sjachrani Mataja/net
rmol news logo Indonesia seharusnya bisa mandiri sendiri dalam hal pangan, terutama garam, mengingat wilayah perairan Indonesia yang begitu luas. Namun faktanya Indonesia masih bergantung terhadap impor

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sjachrani Mataja mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap garam impor memang menyedihkan dan perlu ditindaklanjuti.

Menurut informasi terakhir yang ia terima, pada kuartal pertama tahun 2015 Indonesia masih mengimpor sekitar 4 ton garam dari Singapura. Dan untuk memenuhi kebutuhan nasional saat ini, Indonesia tidak hanya mengimpor dari Singapura tapi juga dari beberapa negara lain.

"Menyedihkan bila mengingat luas negara Singapura tidak lebih besar dari Kota Jakarta, tapi untuk kebutuhan garam saja kita bergantung kepada mereka," ujar Sjachrani dalam keterangannya, Jumat (7/).

Ia menambahkan mustahil Indonesia bisa mandiri jika secara pangan masih bergantung kepada negara lain. Menurutnya, pangan merupakan elemen paling penting daripada kemandirian suatu bangsa.

"Saya kira mustahil target pemerintah kemandirian pangan terwujud jika kondisi masih seperti ini. Harus ada langkah 'radikal' yang dilakukan bangsa ini untuk merubah nasib kita semua. Bayangkan kalau perut kita saja dikontrol asing, bagaimana bisa bangsa ini kuat dan mandiri?" tegas legislator asal Kalimantan Selatan II ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA