Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sjachrani Mataja mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap garam impor memang menyedihkan dan perlu ditindaklanjuti.
Menurut informasi terakhir yang ia terima, pada kuartal pertama tahun 2015 Indonesia masih mengimpor sekitar 4 ton garam dari Singapura. Dan untuk memenuhi kebutuhan nasional saat ini, Indonesia tidak hanya mengimpor dari Singapura tapi juga dari beberapa negara lain.
"Menyedihkan bila mengingat luas negara Singapura tidak lebih besar dari Kota Jakarta, tapi untuk kebutuhan garam saja kita bergantung kepada mereka," ujar Sjachrani dalam keterangannya, Jumat (7/).
Ia menambahkan mustahil Indonesia bisa mandiri jika secara pangan masih bergantung kepada negara lain. Menurutnya, pangan merupakan elemen paling penting daripada kemandirian suatu bangsa.
"Saya kira mustahil target pemerintah kemandirian pangan terwujud jika kondisi masih seperti ini. Harus ada langkah 'radikal' yang dilakukan bangsa ini untuk merubah nasib kita semua. Bayangkan kalau perut kita saja dikontrol asing, bagaimana bisa bangsa ini kuat dan mandiri?" tegas legislator asal Kalimantan Selatan II ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: