Kritikan itu dilontarkan pakar komunikasi politik Prof Tjipta Lesmana dalam bedah buka mantan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dengan judul 'Intelijen Negara: Mengawal Transformasi Indonesia Menuju Demokrasi yang Terkonsolidasi' di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/7).
"Badan intelijen tanpa kewenangan menangkap bagaikan macan ompong. Namaun penangkapan itu BIN harus yakin, bila yakin dapat dicomot," ujar Tjipta.
Yang disesali Tjipta juga adalah soal pimpinan BIN bermain politik. Yang perlu ditegaskan BIN itu alat negara bukan alat politik.
"Bagi BIN NKRI harga mati," pungkasnya.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: