Staf Khusus Presiden: Insiden Tolikara Adalah Musibah Bukan Konflik Agama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 22 Juli 2015, 09:20 WIB
Staf Khusus Presiden: Insiden Tolikara Adalah Musibah Bukan Konflik Agama
Lenis Kogoya/net
rmol news logo . Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya menegaskan bahwa insiden atau kekerasan yang terjadi pada pada saat umat Muslim sedang melaksanakan Shalat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7) pagi merupakan musibah, sehingga ada baiknya semua pihak tidak lagi menyebutkan masalah itu sebagai konflik agama.

"Saya mengajak semua pihak agar masalah ini diserahkan ke pihak berwajib. Jangan lagi sebut-sebut itu persoalan agama yang nantinya tidak bisa segera selesai," kata Lenis saat berada di Kota Jayapura, Papua, Selasa  (21/7) pagi.

Berdasarkan hasil kunjungannya ke Kabupaten Tolikara, Senin (20/7) pagi hingga sore, menurut Lenis, berbagai macam hal yang ditemuinya terkait persoalan yang mendapat beragam tanggapan itu.

"Waktu saya ke Karubaga, sempat bertemu dengan para pemangku kepentingan di sana. Ada sejumlah hal yang akan saya sampaikan kepada Presiden Jokowi terkait persoalan itu," kata Lenis.

Menurut Staf Khusus Presiden itu, insiden Tolikara telah mendapat atensi yang luar biasa dari Pemerintahan Presiden Jokowi, dengan satu tujuan yaitu segera menyelesaikan persoalan itu dengan penanganan yang cepat dan benar.

"Mari kita berikan waktu kepada pihak yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu. Saya juga mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga kerukunan umat beragama yang telah tercipta baik selama ini," tutur Lenis seperti dilansir dari laman Setkab RI.

Sebelumnya, Lenis Kogoya mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo menyesalkan dan meminta maaf atas insiden yang terjadi di Tolikara.

"Ini musibah dan atas nama Presiden, saya memohon maaf," kata dia dalam jumpa pers di Kantor Staf Khusus Presiden Gedung Sekretariat Negara Jakarta, Sabtu (18/7) lalu. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA