Begitu pemaparan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro dalam pertemuan dengan Komisi XI DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 8/6).
"Tema kebijakan fiskal 2016 adalah penguatan pengelolaan fiskal dalam rangka memperkokokoh fundamental pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujarnya.
Dijabarkan Menteri Bambang bahwa ada tiga strategi yang akan diupayakan kementeriannya dalam mewujudkan hal tersebut. Pertama, memperkuat stimulus fiskal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing. Kedua, memperkuat ketahanan fiskal. Sementara strategi ketiga adalah mengendalikan risiko serta menjaga kesinambungan fiskal.
"Stimulus fiskal akan ditempuh melalui pemberian insentif fiskal untuk sektor strategis, peningkatan ruang fiskal, peningkatan belanja produktif dalam bentuk infrastruktur, dan instrumen pembiayaan baik melalui PNM maupun penjaminan," ujarnya.
Sementara untuk memperkuat ketahanan fiskal, Kementerian Keuangan akan dilakukan dengan memperkuat bantalan fiskal dan meningkatkan fleksibilitas anggaran dengan penguatan payung hukum untuk mengendalikan kerentanan fiskal.
"Sementara suistainable fiskal intinya defisit harus tetap aman, rasio utang harus dikendalikan, dan keseimbangan primer harus dikendalikan," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: