Begitu kata Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro dalam rapat dengan
Komisi XI DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 8/6).
Dijelaskan Menteri Bambang bahwa ekonomi global 2016 jika dilihat world
economic outlook dari IMF pada bulan april tahun ini, maka diperkirakan
akan tumbuh 3,8 persen tahun depan.
"Tentunya angka 3,8 persen ini kalau dibandingkan dengan prediksi 2015
dengan basis di bulan april juga itu sebesar 3,5 persen atau realisasi
2014 yang 3,4 persen. Artinya bila dibandingkan tahun 2014, 2015, dan
2016, maka posisi IMF terakhir dalam world ekonomi outlook adalah 2016
akan lebih baik dari dua tahun lalu," ujarnya.
Meski memiliki pertumbuhan 3,8 persen atau di atas prediksi world
economic outlook, Indonesia harus tetap mewaspadai pertumbuhan ekonomi
Tiongkok. Pasalnya, Tiongkok di 2016 menurut perkiraan IMF hanya akan
tumbuh 6,3 persen. Ini lantaran Tiongkok merupakan salah satu partner
dagang terbesar Indonesia.
"Pertumbuhan Tiongkok sebesar 6,3 persen, jelas ini lebih rendah
daripada 2015 yang perkiraan masih 6,8 persen, maupun realisasi 2014
yang tumbuhnya 7,4 persen," sambungnya.
"Jadi satu sisi secara global ada optimisme. Tapi secara regional,
khususnya Asia dalam hal ini Tiongkok, ada semacam pesimisme karena
pertumbuhan Tiongkok akan melambat dan itu langsung berpengaruh terhadap
perekonomian Indonesia dibandingkan penguatan ekonomi AS terhadap
ekonomi Indonesia," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: