"Saya tidak tahu penyelesaiannya seperti apa. Tapi sudah selesai. Aditya sudah menerima kompensasinya," ujar Tim Supervisi RS Siloam Pusat, dr. Mangantar saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu sore (27/6).
Mangantar mengklaim persoalan tersebut tidak perlu lagi diperpanjang. Ia memang tidak membantah seluruh keluhan yang disampaikan oleh ayah Aditya, Ton Abdillah Has melalui surat pembaca di situs
RMOL. (Baca:
Surat Terbuka untuk RS Siloam Manado)
Namun, ia tidak bisa menjelaskan secara detail alasan mengapa pihak RS Siloam Manado memberikan kompensasi tanpa penyelidikan lebih lanjut kepada keluarga korban.
Sementara itu, Hospital Director RS Siloam Manado, dr. Abraham tidak dapat menjawab alasan mengapa sempat terjadi infeksi dan mengeluarkan bau pada tali pusar Aditya.
"Soal infeksi kami tidak bisa mengatakan tidak berhubungan (dengan pelayanan) RS Siloam (Manado)," katanya.
Selain itu, Abraham mengakui ada miskomunikasi antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien. "Memang perawat yang menanganinya tidak menjelaskan dengan baik kepada keluarga Aditya," singkatnya.
Terkait AC rumah sakit berusia 3 tahun tersebut yang mati, Abraham pun berkilah telah menawarkan solusi berupa pindah ke ruang yang lebih nyaman dan memiliki fasilitas AC. "Tetapi keluarga pasien menolak," tukas Abraham.
BERITA TERKAIT: