Indikasi membaik itu, kata politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, bisa dilihat dari kekompakan DPR menyetujui APBNP pada bulan Januari lalu.
"Pasca pilpres itu ada KMP dan KIH. KMP 62 persen dan KIH 38 persen. Tapi pada bulan Januari APBNP bisa disetujui dan persoalan Kapolri bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 20/5).
Indikasi lain iklim politik sudah membaik adalah adanya penyerapan anggaran yang lebih besar di 3 bulan pertama 2015 dibandingkan 3 bulan pertama 2014.
"Kalau penerimaan pajak memang berkurang, tapi untuk penyerapan anggaran lebih besar dari 3 bulan pertama 2014. Ini saya objektif lho," sambungnya.
Hal itu, lanjut Maruarar, tidak lepas dari peran Presiden yang aktif memanggil para menteri untuk melakukan penyerapan anggaran secara lebih masif, agar pembangunan berjalan lancar. Tidak hanya itu, komunikasi presiden yang bagus kepada para petinggi parpol juga menjadi alasan gesekan politik tersebut memudar.
"Kalau konflik kenapa APBNP-nya bisa lancar dan penyerapan anggaran bisa lebih baik. Artinya secara politik stabil," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: