Perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Letkol Sudjatmiko menerangkan bahwa faktor keinginan untuk menegakkan khilafah merupakan motif yang melatari para pegiat gerakan radikal.
"Motifnya itu antara lain berjuang untuk menegakkan khilafah, tergiur bahwa memegang senjata itu gagah dan juga ingin gaji tinggi," ujarnya dalam seminar bertajuk 'Dialog Mahasiswa Menangkal Paham ISIS atas Nama Agama' yang digelar DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta di Kampus Uhamka (Selasa, 19/5).
Sementara itu, Ketua Komisi VIII Saleh P. Daulay yang turut menjadi pembicara dalam acara tersebut meminta kepada mahasiswa, utamanya IMM, untuk mempelajari Islam secara mendalam. Hal ini guna mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
"Untuk mahasiswa Muhammadiyah, harus mempelajari Islam sedalam-dalamnya dan membantu pemerintah dalam mensosialisasikan bahaya ISIS," ujar mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.
Senada dengan hal itu, peneliti Ma'arif Institute Ahmad Fuad Fanani juga meminta mahasiswa berperan aktih mengkampanyekan bahaya ISIS bagi keutuhan NKRI.
"Sementara untuk pemerintah, harus mau menggandeng yang berkomitmen memerangi ISIS. Seperti yang dilakukan teman-teman IMM ini," ujarnya
Menanggapi usulan itu semua, Ketua DPD DKI Fadli Ferryansyah menuturkan bahwa acara seminar mengenai bahaya ISIS ini merupakan bentuk kepedulian dan respon mahasiswa Muhammadiyah atas merebaknya paham radikalisme yang terjadi di Indonesia.
"Tujuannya untuk menemukan formula dakwah yang seharusnya dilakukan mahasiswa Muhammadiyah, dalam menangkal gerakan-gerakan radikal yang dapat memecah belah NKRI," tandas Fadli yang merupakan inisiator acara yang dihadiri ratusan mahasiswa itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: