Karena itulah di Purwakarta, Jawa Barat, pelajar harus menerapkan salam Sunda sebelum beraktifitas di sekolah. Caranya, mirip dengan orang meditasi.
Yaitu, dua tangan disatukan didepan dada. Kemudian menunduk sambil mengucapkan, "Sampurasun." Hal ini dilakukan murid kepada gurunya sebagai tanda penghormatan. Guru kemudian membalasnya dengaan ucapan, "Rampes." Pengucapan kata ini dilakukan dengan cara membungkuk pula.
"Ini merupakan ajaran budi pekerti yang mendasar," ujar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Selasa (5/5).
Tradisi seperti ini menurutnya harus dikenalkan kepada anak-anak sedini mungkin. Peserta didik mulai SD sampai SMA sederajat harus mulai mengenal tradisi daerah tempat kelahirannya. "Hal ini untuk melestarikan budaya Sunda yang menjadi tradisi di Jawa Barat," ungkapnya.
Kebijakan ini sudah diberlakukan di seluruh sekolah. Melalui kepala sekolah, tradisi ini disuarakan agar budaya Sunda tetap terjaga. Guru di sekolah diimbaunya dapat menjaga tradisi yang ada sebaik mungkin.
Namanya budaya sudah pasti menjadi identitas seseorang. Indonesia yang terkenal dengan perbedaan adat dan tradisi, sesuai dengan wilayah masing - masing, menjadi negara yang dihormati. Sebabnya, beragam budaya yang ada justru semakin menguatkan persatuan.
Masing-masing budaya mengajarkan penghormatan kepada orang lain, termasuk budaya salam sunda ini. "Jadi akan sangat baik bila diajarkan sedini mungkin," paparnya.
Tak hanya kepada pelajar, pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta juga diimbau menggunakan salam ini. Mereka harus menjadi teladan dalam pelestarian budaya Sunda.
[zul]
BERITA TERKAIT: