JK: Kurang Pantas Beasiswa Australia untuk WNI Pakai Nama Duo Bali Nine

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 05 Mei 2015, 02:37 WIB
JK: Kurang Pantas Beasiswa Australia untuk WNI Pakai Nama Duo Bali Nine
jusuf kalla/net
rmol news logo . Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan langkah Australia yang membuat program beasiswa bagi pelajar Indonesia dengan menggunakan nama duo Bali Nine Syuran Sukumaran dan Andrew Chan. Beasiswa itu untuk mengenang dua terpidana kasus narkoba asal Australia yang telah dieksekusi mati di Indonesia belum lama ini.

"Saya belum dengar soal itu. Tapi saya kira karena yang dihukum mati itu termasuk kejahatan ya, tentu kurang pantas orang yang melaksanakan kejahatan di Indonesia diberi nama untuk beasiswa itu," ujar JK, sapaan karabnya seperti dikabarkan JPNN, Senin (4/5).

JK menyatakan Indonesia dan Australia sudah biasa menjalin kerjasama pendidikan terutama pemberian beasiswa untuk pelajar WNI. Namun, kata dia, seharusnya nama program beasiswa itu tidak memakai nama duo Bali Nine yang telah dieksekusi mati.

"Kalau orang-orangnya terhormat, seperti ilmuwan atau pahlawan Australia, pasti Indonesia setuju. Tapi kalau nama kriminal menjadi beasiswa itu kurang pantas untuk itu," tegas JK.

Sebelumnya diberitakan, Australian Catholic University (ACU) di Australia akan memberikan dua beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar dalam program sarjana di salah satu kampusnya.

Pemberian beasiswa tersebut disiapkan untuk mengenang Andrew Chan dan Myuran Sukumaran serta para pendukung mereka. Hal itu diungkapkan Wakil Rektor ACU Profesor Greg Craven, dalam situs kampus itu, acu.edu.au, Rabu (29/4) lalu.

Craven dalam pernyataannya di situs itu mengatakan, beasiswa tersebut akan diberikan kepada para pelamar yang memenuhi kualifikasi akademis setelah mengajukan esai bertema 'Kesucian Hidup Manusia'.

Ia mengatakan bahwa ACU telah bergabung dengan ribuan warga Australia dalam kampanye memohon pengampunan bagi kedua orang itu. Pihaknya ikut dalam kampanye itu karena ACU menjunjung martabat pribadi manusia, baik para korban maupun mereka yang dihukum mati karena kejahatannya. [rus/jpnn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA