"Secara tegas tanpa basa-basi, Said Iqbal mengkritisi pelaksanaan BPJS yang masih perlu dibenahi secara serius oleh Presiden Jokowi, karena masih banyak orang miskin yang belum terdaftar BPJS dan masih banyak rumah sakit yang menolak pasien BPJS," ungkap Rusdi yang memberikan keterangan terkait keberangkatan Presiden KSPI bersama Presiden Jokowi ke Semarang, kemarin.
Ditambahkan Rusdi, dalam sambutannya Said Iqbal juga menyampaikan pesan kepada Presiden Jokowi bahwa jelang May Day 1 Mei besok masih saja ada upaya dari pihak Kepolisian di beberapa daerah untuk menghambat pergerakan buruh. "Sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian serius untuk pak Presiden Jokowi," terangnya.
Sebelumnya, lanjut Rusdi, pada hari Selasa 27 April 2015 ketika beberapa pimpinan buruh diundang makan siang oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Said Iqbal juga menyampaikan tuntutan buruh terkait implementasi jaminan pensiun per 1 Juli 2015 dengan manfaat bulanan sebesar 75 persen dari gaji, serta menuntut kenaikan upah sebesar 32 persen, dengan dirubahnya KHL dari 60 item menjadi 84 item dan menolak kenaikan upah berbasis perundingan 5 tahun.
"Pasca dua kali ketemu Jokowi, Said Iqbal mengatakan akan terus kritis, menunggu komitmen Presiden Jokowi untuk kesejahteraan kaum buruh, jika tidak segera dilaksanakan maka KSPI dan kaum buruh akan melakukan perlawanan dan aksi besar-besaran," tukas Rusdi.
[rus]
BERITA TERKAIT: