Dukungan dari seluruh rakyat Indonesia sangat wajar sebab, upaya sosialisasi tersebut adalah upaya negara untuk mengajak rakyat Indonesia memahami kembali nilai-nilai luhur bangsanya dan memahami aturan-aturan negara dan memahami konstitusi negara.
"Bagi Kopertis Sumut, kegiatan sosialisasi ini yang pertama kali diikuti Kopertis menurut saya adalah satu momen penting untuk kami semua mnegetahui dan lebih memahami Pancasila, terutama aturan-aturan yang ada dalam ketetapan MPR dan UU juga mendalami kembali UUD sebagai konstitusi kita, sejarahnya, prosesnya sampai kebeberapa kali amandemen. Hal tersebut adalah ilmu yang sangat penting buat kami," ujarnya.
Sosialisasi ini, menurut Rudy, pada dasarnya sangat bagus. Upaya yang sangat bagus dari negara. Tapi, memang pada saat yang lalu banyak pertentangan soal empat pilar. Dirinya mengaku sempat berpikir soal sosialisasi ini apakah sudah pas sesuai dengan aturan sosialisasi empat pilar.
"Saya sempat bertanya-tanya apakah sesuai dengan UU, tapi ternya ada dasar hukumnya yakni UU yang mengamanahkan MPR menjalankan dan saya rasa harus dijalankan. Tapi, ternyata banyak juga ya lembaga lain seperti Lemhanas yang sepertinya menjalankan juga kegiatan seperti ini namun, dengan nama yang berbeda. Saya berpikir apakah mungkin hal ini bisa dijadikan satu wadah saja satu nama, satu pemahaman dengan tujuan yang sama, biar masyarakat tidak bingung mana yang harus diikuti. Hati-hati juga soal nama supaya tidak ada lagi tekanan dari masyarakat," tandasnya.
Untuk Kopertis sendiri, menurut Rudy, target kopertis adalah 7000 dosen di Sumatera Utara, harus mendapatkan sosialisasi ini. Sebab, posisi para pendidik ini sangat penting sebab mereka dekat dan mendidik para generasi muda bangsa. Itulah yang akan kita upayakan target semua pendidik. Tapi, saat ini di awal sosialisasi adalah permulaan yang sangat bagus.
[mel]
BERITA TERKAIT: