Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, korban tewas yang ditemukan atas nama Maya (13), Aisyah (50), Sopardi (56), Dede (40), Elsa (15), Egi (6), Jamilah (37), Lisdiawati (4), Lilis (36), dan Abdul Muti (42).
Selain itu, masih ada dua korban yang tertimbun longsoran tanah, hingga kini dalam penangnan petugas penyelamat.
"Awalnya diperkirakan ada 10 korban yang tertimbun longsor. Namun, ternyata ada tambahan dua orang tamu yang ikut tertimbun longsor," ujar Sutopo dalam keterangannya kepada redaksi.
Menurutnya, dua korban yang masih dalam proses pencarian adalah atas nama Aldi (12) dan Deni (40). Sedangkan korban Jamilah dan Lisdiawati adalah warga Cianjur yang sedang berkunjung ke rumah korban Lilis.
Saat ini sekitar 300 personil gabungan seperti BPBD Sukabumi, BNPB, TNI, Polri, Tagana, SAR, PMI, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi dan pananganan darurat. Satu alat berat dan dua dump truk dikerahkan untuk membersihkan material longsor.
"Bencana longsor ini disebabkan hujan deras selama 2,5 jam pada Sabtu 28 Maret sehingga air dari Gunung Merak melimpah ke perkampungan. Lalu tebing setinggi 20 meter dengan panjang sekitar 200 meter longsor menutup akses jalan Sukalarang-Cireungas," jelas Sutopo.
[why]
BERITA TERKAIT: