Sejak awal, kader-kader Muhammadiyah mendorong Zulkifli Hasan untuk menjadi ketum umum PAN. Hal ini dilakukan sebab mereka percaya dengan gagasan reunifikasi Zulkifli, yang itu secara implementatif dan praktis sama artinya menarik kembali gerbong Muhammadiyah yang selama ini meminggirkan diri, terpinggirkan atau dipinggirkan di PAN.
"Secara komunikatif, selama ini hubungan Bang Zul dengan Muhammadiyah secara institusi mapun hubungan dengan warga Muhammadiyah secara personal sangat baik," kata aktivis muda Muhammadiyah, Muhammad Sukron, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 2/3).
Setelah Zulkifli berhasil menduduki kursi ketua umum, maka Sukron menyarankan agara hubungan baik yang selama ini terjalin bisa lebih dilembagakan. Artinya, Zulkifli Hasan bisa memilih kader murni Muhammadiyah untuk duduk di kursi Sekjen.
"Di antara kader murni Muhammadiyah yang bisa menjadi Sekjen itu adalah Bang Nadjamaddin Ramly. Beliau sangat pantas menjadi sekjen PAN dan bisa menjadi katalisator dalam mewujudkan kembali hubungan historis kader Muhammadiyah dengan PAN," tegas Sukron.
Sukron percaya, dengan konsep
ta'awwun ala birri, atau saling membantu dalam kebaikan, antara Muhammadiyah dengan PAN maka gerakan dan cita-cita Reformasi untuk Indonesia yang lebih maju bisa segera tercapai. Muhammadiyah sendiri merupakan
harakah tajdid atau gerakan pembaharuan, dan PAN lahir dari rahim Reformasi.
"Jadi kita berharap Bang Zul bisa menangkap semangat ini, sehingga target dua digit PAN bisa benar-benar diraih," demikian Sukron.
[ysa]
BERITA TERKAIT: