EKSEKUSI MATI

Diplomasi Jokowi Akhirnya Diakui Partai Oposisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 24 Februari 2015, 09:19 WIB
Diplomasi Jokowi Akhirnya Diakui Partai Oposisi
Ahmad Zainuddin/net
rmol news logo . Jurus diplomasi pemerintah Indonesia menghadapi pemerintah Brasil dengan memanggil pulang Duta Besar RI Toto Riyanto sebagai protes, dan menyampaikan nota protes ke Kedubes Brasil di Jakarta, sejauh ini sudah cukup baik.

Demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Ahmad Zainuddin dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (24/2).

Kecuali pemerintah Brasil mengeluarkan sikap politik yang lebih keras lagi, maka pemerintah Indonesia, kata Zainuddin, harus menaikkan level respon tindakan diplomatiknya. Begitupun terhadap Australia dan Prancis.

"Sikap kita juga harus simetris dengan sikap mereka. Jangan juga terkesan berlebihan seperti kebakaran jenggot. Saya yakin hubungan bilateral lainnya baik-baik saja," tegas politisi PKS ini.

Dubes RI Toto Riyanto ditolak Presiden Brasil Dilma Rousseff saat akan menyerahkan credential atau surat kepercayaan sebagai duta besar, Jumat (20/2) lalu. Padahal saat itu Dubes Toto telah berada di Istana Kepresidenan Brasil Palacio do Planalto, dan diundang resmi.

Presiden Brasil Dilma Rousseff beralasan hanya menunda sementara credential dari Dubes RI Toto Riyanto, namun tidak menyebutkan alasan yang jelas. Penolakan tersebut diduga kuat terkait kebijakan pemerintah Indonesia untuk menghukum mati para gembong narkoba. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA