Susaningtyas: Jangan Sampai Australia Belenggu Indonesia!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 23 Februari 2015, 09:18 WIB
Susaningtyas: Jangan Sampai Australia Belenggu Indonesia<i>!</i>
susaningtyas kertopati/net
rmol news logo . Pernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, terkait dengan bantuan untuk tsunami Aceh seolah membuktikan bahwa bantuannya itu tidak tulus dan ikhlas.

Demikian disampaikan pengamat intelijen dan keamanan, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 23/2).

"Bantuan diberikan seolah untuk menciptakan ketergantungan Indonesia terhadap Australia. Dan saat ini ketika ada kepentingan Australia, ketergantungan itu yang digunakan. Bantuan itu jelas sarat kepentingan," jelas Susaningtyas.

Susaningtyas pun menilai pernyataan Abbott itu tak relevan sebab saat Australia memberikan bantuan untuk Aceh, Abbott bukanlah Perdana Menteri atau pengambil kebijakan. Atau mungkin saja, saat itu pemberian bantuan kepada Indonesia dilakukan secara tulus.

"Situasi kini oleh Abbott seolah bantuan tersebut dapat ditukar dengan pembatalan pelaksanaan hukuman mati," ungkap Susaningtyas, yang menulis buku Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan

Namun demikian, apapun alasannya mengeluarkan pernyataan itu, tegas Susaningtyas, pemerintah Australia seharusnya tetap menghormati kedaulatan NKRI lengkap dengan kedaulatan hukum negara Indonesia.

"Jangan sampai kepentingan politik Australia membelenggu keputusan pemerintah RI," demikian Susaningtyas. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA