Karena itu, hal ini menjadi tantangan bagi Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jayapura, pada 24 Februari mendatang.
"Apakah Kongres Pemuda di Jayapura akan melahirkan generasi pemuda yang progresif revolusioner dengan sifat kritis solutif dinamis, ataukah justru akan melahirkan generasi muda pragmatis yang jauh dari nilai-nilai perjuangan," Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Cokro Wibowo Sumarsono, beberapa waktu lalu (Sabtu, 21/2).
Menurut Cokro, pertemuan akbar tersebut akan menapaktilasi sejarah lahirnya Sumpah Pemuda atau tidak, tergantung kepada niat ingsun para peserta Kongres.
"Isu-isu besar yang perlu dibahas diantaranya adalah isu perbatasan, agar menimbulkan efek jera pada negara-negara tetangga yang selalu membuat ulah di perbatasan NKRI," demikian Cokro. [ysa]
BERITA TERKAIT: