"Sebab tol tersebut sangat penting untuk meningkatkan perekonomian antara dua kota besar tersebut," kata anggota DPRD Kalimatan Timur, Saefuddin Zuhri, beberapa saat lalu (Jumat, 13/2).
Menurut Sefuddin, tol yang panjangnya 99,2 KM ini merupakan tol pertama di Kalimantan dan bisa memperpendek jarak dan waktu tempuh yang artinya akan membuat mobilitas ekonomi semakin baik. Dan sangat disayangkan rencana penyelesaian tol itu akan sampai 2019.
"Padahal seharusnya bisa jadi prioritas pemerintah pusat untuk memajukan perekonomian Kaltim," kata politisi Partai NasDem ini.
Tidak hanya itu, lanjut Saefuddin, peningkatan ekonomi tol ini juga mempermudah akses bagi masyarakat.
"Ini harus segera direalisasikan. Sebagai wakil rakyat tentu suara ini mewakili aspirasi masyarakat, bahkan jika ini segera dilakukan adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kaltim yang disebut sebagai lumbung energy," tandasnya.
Diketahui pemerintah pusat pada 2014 lalu telah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan, Kalimantan Timur sepanjang 99,2 kilometer.
[ysa]
BERITA TERKAIT: