Tidak Tepat Cara TNI Menghormati Susi Pudjiastuti

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 11 Februari 2015, 08:39 WIB
Tidak Tepat Cara TNI Menghormati Susi Pudjiastuti
tb hasanuddin/net
rmol news logo . Di TNI, baret dan pangkat merupakan kehormatan buat prajurit. Dan untuk mendapatkan serta memakainya, ada aturan tertentu.

Demikian disampaikan Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Pernyataan TB Hasanuddin ini terkait dengan penyematan baret hitam TNI Angkatan Laut berbintang empat kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti oleh Panglima Armada Barat Laksda TNI Widodo karena menenggelamkan kapal Thailand pencuri ikan.

"Saya menghormati Ibu Susi, tapi TNI memberikan penghormatan kepada beliau dengan cara ini tidak tepat," kata TB Hasanuddin, yang juga Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 11/2).

TB Hasanuddin menjelaskan, baret diraih melalui latihan berat, dan bahkan memprtaruhkan nyawa. Baret kemudian menjadi pengikat jiwa korsa yang harus dipertahankan. Sementara pangkat pada baret dipasang hanya pada mereka yang berhak, dan ini ada aturan serta dasar perundang-undangannya.

"Artinya pangkat hanya dipakai oleh yang berhak. Saya sebagai mantan prajurit TNI protes! Ada banyak cara untuk menghormati Ibu Susi tapi tidak harus melanggar ketentuan," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA