Ketua DPC Ormas Projo Solo, Sugeng Setyadi bahkan berani bicara lahirnya partai baru 'Pro Jokowi' tersebut, dan tinggal menunggu peluit. Siapa peniup peluitnya, sampai kini masih dirahasiakan.
Kader PDI Perjuangan yang juga salah satu inisiator gerakan PDIP Projo tanggal 21 Desember 2013 Fahmi Habsyi mengungkapkan pandangan berbeda tentang rencana pembentukan partai Pro Jokowi. Fahmi menegaskan, PDIP Projo dideklarasikan sebagai dialektika politik internal ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memutuskan apa-apa.
"Dan setelah Bu Mega capreskan Jokowi, sebagai kader kita tegak lurus mengawalnya hingga saat ini. Sejak Bu Mega capreskan Jokowi saya tidak aktif lagi dalam ormas," kata Fahmi kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 4/2).
"Bagi saya Jokowi itu salah satu catatan emas sejarah tentang kesuksesan sebuah partai mendorong kadernya menerima estafet kepemimpinan nasional. Coba dari era Sukarno hingga saat ini, adakah mantan presiden Indonesia dan partai yang sukses siapkan kadernya jadi Presiden? Ruhnya PDI Perjuangan ada dalam semangat Marhaen Jokowi," ujar Fahmi lagi.
Fahmi melanjutkan, kerelaan dan kecerdasan emosional Megawati dan kader PDIP yang lain tidak memaksakan diri maju sebagai presiden ataupun sebagai wapres bersama capres yang lain, ternyata menjadi penghalang kemenangan lawan politik PDIP saat pilpres dan pileg.
"Saya pikir partai kader seperti ini yang ditakuti lawan politik tahun 2019," tandasnya
Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti ini mengatakan bahwa Jokowi sadar yang dibutuhkan saat ini dukungan partai-partai yang punya kursi di parlemen dan komunikasi politik yang baik dengan semua partai agar program bisa berjalan. Termasuk dengan PDI Perjuangan sebagai fondasi dasar kawah candradimuka Jokowi yang diusung sejak dari Solo, DKI hingga jadi Presiden.
"Jika kerja Jokowi sukses memimpin NKRI maka PDIP ikut harum, tapi jika Jokowi gagal maka PDIP ikut kena getahnya tahun 2019. Kontrak Jokowi dengan rakyat ini yang harus dikawal PDIP dan ormas-ormas relawan agar Jokowi diperpanjang kontraknya oleh rakyat 2019-2024. Menurut saya Indonesia Baru yang ditunggu rakyat dari energi Jokowi saat ini," demikian Fahmi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: