Rachmawati: Polri Sudah Kehilangan Jatidiri!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 21 Januari 2015, 15:34 WIB
Rachmawati: Polri Sudah Kehilangan Jatidiri<i>!</i>
rachmawati/net
rmol news logo . Sejak lama, lembaga Polri sudah menjadi pergunjingan masyarakat pencari keadilan. Masyarakat misalnya mencemooh Polri dengan istilah 86 (baca: delapan enam).

86 sering digunakan sesama anggota polisi sebagai kode saling mengamankan. Bila pun ada satu kasus, mereka akan saling menutupi, sebab saling TST (atau, tahu saling tahu).

Demikian disampaikan politisi senior yang juga puteri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 21/1).

Kini, lanjut Rachma, kasus yang menjadi bahan pergunjingan publik adalah terkait dengan rekening gendut Budi Gunawan, calon Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi dan disetujui DPR, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Anehnya, malah dibela Polri dengan mempra-peradilankan KPK. Apa tidak malu pada gilirannya dua institusi penegakan hukum pemberantasan korupsi jadi saling berhadap-hadapan," ungkap Rachma.

Rachma menilai Polri sudah kehilangan jatidiri dalam pemberantasan korupsi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA