"Semua proses kita ikuti sekarang. Proses di DPR juga harus kita hormati dan ikuti. Dan kami tetap selalu berpijak pada langkah hukum selama itu mengikuti langkah hukum yang benar, ya kita ikuti," katanya usai menjalani
fit and proper test di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 14/1).
Dalam kesempatan itu, mantan Kabiro Pembinaan Karier Mabes Polri ini menjelaskan mengenai isu rekening gendut dan aset yang diduga hasil korupsi. Ia menegaskan bahwa semua harta yang dimilikinya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Semua sudah dituangkan (dalam LHKPN). Dalam laporan harta kekayaan itu secara transparan, apa adanya dan jujur. Maksud kami baik tidak ada yang ditutup-tutupi," lanjut Budi.
Lebih lanjut, Budi enggan berspekulasi menganai adanya konspirasi di tataran elit Polri yang mencoba menggagalkan pencalonannya sebagai Kapolri.
"Saya tidak bisa menjawab disini silakan rekan- rekan mungkin lebih bisa menduga sendiri," tandasnya secara singkat.
Budi yang mengenakan baju seragam melaksanakan
fit and proper test di Komisi III sejak pukul 09.30 hingga 14.00. Sembilan fraksi hadir, sementara satu fraksi yaitu Demokrat absen lantaran tidak mau menggelar fit and propertest pada seorang yang menjadi tersangka KPK.
[zul]
BERITA TERKAIT: