Pemberantasan korupsi merupakan komitmen pertama yang disampaikan oleh Komjen BG jika ia diberi kepercayaan untuk menduduki kursi Kapolri.
"Saya berkomitmen untuk mewujudkan budaya anti korupsi," kata dia di Ruang Komisi III DPR-RI, Senayan, Jakarta (Rabu, 14/1).
Komjen BG juga berkomitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah disusun oleh Kapolri sebelumnya. Sehingga terjadi kesinambungan kerja di tubuh Polri.
"Ketiga, komitmen terhadap supremasi hukum. Penegakan hukum yang bertindak sesuai dengan ketentuan hukum yang memenuhi asas keadilan dan kepastian hukum," lanjutnya.
Keempat, Komjen BG ingin mewujudkan proses yang transparan dalam penanganan sebuah perkara. Sehingga, penanganan perkara itu berlangsung secara bersih dan akuntable serta dapat dipantau oleh semua pihak.
Kelima, ia berkeinginan untuk menjadikan Polri sebagai instansi yang prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat yang datang ke kepolisian dapat terlayani dengan cepat dan baik.
"Keenam, komitmen dalam membangun sinergi kondisional. Bekerjasama dengan semua stakeholder guna mendukung pelaksanaan tugas dalam peningkatan kompetensi dan integritas SDM Polri," ujarnya.
Selanjutnya, Komjen BG menyatakan bahwa pimpinan Polri ke depan harus berkarakter dan melayani. Dalam hal ini, ia menekankan bahwa pimpinan harus memiliki nyali, proaktif dan tidak ragu. Serta berani bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan.
"Terakhir, saya juga berkomitmen untuk memberikan
reward and punishment dengan peningkatan kesejahteraan personil Polri," tandas Komjen BG yang saat ini menyandang kasus tersangka 'rekening gendut' di KPK.
[rus]
BERITA TERKAIT: