TRAGEDI QZ8501

Pawang Ombak Pun Dicari untuk Bantu Permudah Evakuasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 04 Januari 2015, 01:04 WIB
Pawang Ombak Pun Dicari untuk Bantu Permudah Evakuasi
ilustrasi/net
rmol news logo . Staf Ahli Bupati Berau Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Mappasikra Mappaseleng, berangkat ke Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, yang berjarak tempuh sekira dua jam dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau.

Tujuan keberangkatan pada hari Sabtu kemarin tersebut (3/1) adalah untuk mencari pawang ombak.

Pada hari Jumat sebelumnya (2/1), telepon seluler (ponsel) Mappasikra berbunyi. Pada layar ponsel tertera nama seorang jenderal TNI yang beberapa tahun silam pernah menjabat sebagai Dandim 0902 Tanjung Redeb.

Mappasikra yang enggan menyebutkan nama jenderal yang kini bertugas di Basarnas itu, mengatakan bahwa jenderal bintang dua itu meminta bantuannya untuk mencarikan pawang ombak, untuk membantu mempermudah evakuasi korban dan pesawat AirAsia QZ 8501.

"Pasalnya, tim evakuasi selalu kesulitan melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat akibat cuaca buruk dan gelombang di laut yang besar," kata Mappasikra sebagaimana dilansir JPNN (Minggu, 4/1).

Jenderal itu, lanjutnya, mengetahui adanya pawang ombak di Berau saat mantan Bupati Berau almarhum Masdjuni pernah mengadakan sebuah acara di Kepulauan Derawan. Saat pelaksaan PON Kaltim pada 2008 silam, panitia pelaksana juga pernah menggunakan jasa pawang ombak di perairan Derawan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA