Pernyataan ini disampaikan oleh Imam Mudita, koordinator jaga pusat komando pengendalian operasi Baruna Jaya 1 yang berada di gedung BPPT di Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima hari ini (Sabtu, 3/1).
Imam Mudita menjelaskan, meski gelombang laut pagi dan siang ini di lokasi pencarian di Selat Karimata masih sangat tinggi, kapal Baruna Jaya I tetap beroperasi. Kapal yang sampai di lokasi pukul 02.00 dinihari tadi itu telah mulai beroperasi sejak jam 3 dinihari dan hingga pukul 12.00 melakukan pemetaan di lokasi adanya anomali yang sempat terdeteksi pada tanggal 1 Januari lalu.
"Tetapi setelah dilakukan pemetaan bathimetri di lokasi yang dicurigai adanya anomali tersebut, pihak kapal Baruna Jaya tidak menemukan anomalinya," ujar Imam.
Kemudian setelah berdiskusi dan melakukan rapat dengan para saintis yang ada di kapal maupun di Jakarta serta berkoordinasi serta meminta pendapat dengan senior saintis dari BPPT Wahyu Pandu, kapal Baruna Jaya akhirnya diputuskan memindahkan lokasi pencarian ke titik koordinat baru 3.51.6' Lintang Selatan dan 110 30.2' Bujur Timur. Lokasi ini, masih lanjut Imam, memiliki kecepatan angin mencapai 20 knot.
Ditegaskan Imam, selama pihak Basarnas belum merilis hasil pencarian dan mendapatkan bukti yang memastikan bahwa pesawat Air Asia QZ 8501 sudah pasti ditemukan serta belum ada perintah berhenti dari Pemerintah, maka pihaknya akan terus membantu melakukan operasi pencarian badan pesawat Asia yang hilang di laut tersebut.
"Area pencarian dari kapal riset Baruna Jaya 1 saat ini berukuran 14x4 km persegi yang terdiri dari 24 lintasan multibeam dengan panjang lintasan 14 km yang harus dilakukan penyapuan oleh kapal Baruna Jaya 1," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: